PWI Kabupaten Bandung Kehilangan Pengurus Terbaik, Dadang Darmawan Meninggal Dunia

Kab Bandung, (Mitraenamdua.com) – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung. Salah satu pengurus terbaiknya, Dadang Darmawan, yang menjabat sebagai Sekretaris II PWI Kabupaten Bandung periode 2023-2026, meninggal dunia pada Rabu malam.
Kabar wafatnya almarhum mengejutkan banyak pihak, khususnya kalangan wartawan dan sahabat dekat yang selama ini mengenal sosok Dadang Darmawan sebagai pribadi sederhana, rendah hati, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari rekan-rekan wartawan, tokoh masyarakat, hingga sahabat dekat yang merasa kehilangan atas kepergian almarhum.
Ketua PWI Kabupaten Bandung, Enung D Susana, mengaku sangat terpukul saat pertama kali menerima kabar duka tersebut. Ia bahkan tidak percaya karena sebelumnya almarhum masih aktif menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Saya benar-benar merasa kehilangan dan sangat tidak percaya saat mendengar kabar Pak Dadang meninggal dunia. Beliau orang baik, sosok yang tenang, sederhana, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi,” ujar Enung D Susana saat menyampaikan belasungkawa.
Menurut Enung, selama menjadi pengurus PWI Kabupaten Bandung, almarhum dikenal aktif membantu berbagai kegiatan organisasi dan selalu menjaga hubungan baik dengan sesama wartawan.
“Almarhum bukan hanya pengurus organisasi, tetapi sudah seperti keluarga bagi kami di PWI Kabupaten Bandung. Beliau selalu hadir ketika organisasi membutuhkan dan dikenal sangat peduli kepada teman-temannya,” katanya.
Enung menuturkan, sosok Dadang Darmawan merupakan figur yang jarang mengeluh dan selalu berusaha memberikan energi positif kepada lingkungan sekitarnya.
“Beliau orang yang sangat tulus. Bahkan ketika ada rekan yang mengalami kesulitan, almarhum sering membantu tanpa banyak bicara. Kehilangan ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PWI Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh rekan wartawan untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Kami semua mendoakan semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutur Enung.
Duka yang sama juga dirasakan sahabat dekat almarhum, H. Ayi Purnama. Ia mengaku sangat terpukul karena beberapa saat sebelum kabar duka datang, almarhum masih terlihat beraktivitas normal dan sempat berkomunikasi dengan sejumlah rekan kerja.
“Saya sangat kaget, benar-benar tidak menyangka. Sebelum meninggal dunia beliau masih beraktivitas seperti biasa dan sempat ngobrol dengan teman-teman. Karena itu ketika mendengar kabar beliau wafat, saya seperti tidak percaya,” kata Ayi Purnama.
Sebagai sahabat dekat, Ayi mengaku sangat mengenal karakter almarhum yang dikenal ramah, mudah bergaul, dan memiliki rasa empati tinggi terhadap siapa pun.
“Beliau orang yang sangat baik, perhatian kepada sahabat dan rekan kerja. Kalau ada teman yang membutuhkan bantuan, beliau selalu peduli. Itu yang membuat banyak orang merasa kehilangan,” ujarnya.
Menurut Ayi, almarhum juga dikenal sebagai pribadi yang selalu menjaga silaturahmi dan menghormati siapa saja tanpa membeda-bedakan.
“Almarhum itu tipikal orang yang mudah akrab dengan siapa pun. Beliau selalu menjaga komunikasi baik dengan teman-teman wartawan maupun masyarakat. Sosok seperti beliau tentu sulit dilupakan,” ucapnya.
Kepergian Dadang Darmawan menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik, khususnya di Kabupaten Bandung. Dedikasi dan pengabdiannya selama aktif di organisasi wartawan meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang.
Semasa hidupnya, almarhum dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kewartawanan serta turut membangun solidaritas antarjurnalis di Kabupaten Bandung. Sikapnya yang santun dan penuh kepedulian membuat almarhum dihormati dan disayangi banyak kalangan.
Kini, keluarga besar PWI Kabupaten Bandung hanya bisa mengenang segala kebaikan dan pengabdian almarhum semasa hidupnya sembari memanjatkan doa terbaik agar almarhum mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT.***







