SMAN 3 Cimahi Membuka SPMB Sekolah Maung 2026

CIMAHI, (Mitraenamdua.com) – SMA Negeri 3 Cimahi resmi ditunjuk menjadi salah satu Sekolah Manusia Unggul (Sekolah Maung), program sekolah unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan standar pendidikan di atas nasional.
Penunjukan ini membuat sekolah tersebut bersiap menjalankan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan tahapan yang berlangsung marathon. Salahsatunya dengan kegiatan Sosialisasi SPMB Sekolah Maung Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Aula SMAN 3 Cimahi, Jl Pasantren Cibabat Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (21/05/2026).
Kepala SMAN 3 Cimahi, Drs. Endi Diana Ruskandi, M.Pd., mengatakan, proses sosialisasi program Sekolah Maung bergerak sangat cepat sejak peluncuran SPMB tingkat Jawa Barat.
Sebagai Sekolah Maung pihaknya memiliki kewajiban melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“SMAN 3 Cimahi telah ditetapkan sebagai sekolah Maung atau sekolah manusia unggul oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena itu, hari ini kami melaksanakan kegiatan sosialisasi SPMB tahun 2026 sekolah maung, proses penerimaan peserta didik baru ini hanya dilakukan melalui jalur prestasi, baik prestasi akademik maupun non-akademik,” katanya.
Ia menjelaskan, pendaftaran Sekolah Maung dimulai lebih awal dibanding sekolah reguler, yakni pada 25-29 Mei 2026. Namun, jadwal tersebut bertepatan dengan libur Idul Adha sehingga sekolah harus bekerja lebih cepat.
“Karena tanggal 27 Mei bertepatan dengan libur Idul Adha, proses pendaftarannya akan berlangsung maraton,” katanya.
Menurut Endi, calon peserta didik harus melampirkan surat rekomendasi yang menerangkan siswa memiliki prestasi dan kesiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Untuk jalur akademik, calon siswa diwajibkan memiliki rata-rata nilai rapor minimal 85 dan ditambah hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Sementara jalur prestasi non-akademik mensyaratkan nilai rapor minimal 80 dengan bukti prestasi tingkat provinsi atau sertifikat nasional yang setara.
Sementara untuk seleksi, penerimaan Jalur Potensi Akademik memiliki kuota 10 persen dengan syarat IQ minimal 130.
Sistem belajar di Sekolah Maung pun berbeda dari sekolah umum. Siswa akan menjalani pola pembelajaran full day. Kegiatan belajar berlangsung Senin sampai Sabtu pukul 07.00 hingga 17.00 WIB
Meski masa pendaftaran relatif singkat, calon siswa yang belum diterima di sekolah Maung tetap memiliki kesempatan mengikuti SPMB ke sekolah regular.
“Apabila belum lolos seleksi Sekolah Maung, anak-anak tersebut masih bisa mendaftar SPMB di sekolah reguler. Jadi tetap ada wadah bagi anak-anak yang belum bisa diterima di sekolah Maung,yaitu sekolah mitra di SMA Pasundan 3 Cimahi,” jelasnya.
“Untuk yang afirmasi dan zonasi yang penting daftar saja dulu ke sekolah maung, ketika nanti katakanlah tidak masuk, karena sudah terdaftar dari pemetaan maka secara otomatis akan ditawarkan pertama ke sekolah mitra atau ah mau pilih yang lain itu bisa hanya kalau ke sekolah mitra biaya akan ditanggung oleh pemerintah provinsi Jawa Barat,” ujar Endi menambahkan.
Selain Kepala Sekolah SMAN 3 Cimahi kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengawas SMA/SMK di Cadisdik Wilayah VII Dsdik Jabar, Wakasek Kesiswaan, Camat Cimahi Utara, Lurah Cibabat, para Kepala sekolah SMP, perwakilan Polres Cimahi, Koramil, perwakilan orang tua siswa, Ketua RW/RT di sekitar SMAN 3 Cimahi dan undangan lainnya.(ade)







