Dadang M. Naser Kunjungi KDMP Mekarmukti, Soroti Kualitas Pembangunan dan Dorong Evaluasi Pemerintah

Bandung Barat, (Mitraenamdua.com)_ Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., melakukan kunjungan kerja ke peternakan budidaya ikan tematik berbasis bioflok yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Dalam kegiatan tersebut, Dadang M. Naser didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Fraksi Golkar H. Agus Mahmar Hilmi, S.E., Syifa Purnama Dewi, S.E., kader Partai Golkar DPC Batujajar, serta perwakilan Pemerintah Desa Mekarmukti yang diwakili Ketua BPD, Agus Zaeni.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol.,

Dadang menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan memastikan pengelolaan budidaya ikan bioflok berjalan optimal, terutama karena saat ini telah memasuki masa panen. Ia menekankan pentingnya manajemen usaha yang baik agar program tersebut memberikan keuntungan bagi pengelola.

“Karena budidaya ikan bioflok sudah masuk masa panen, tentunya secara manajemen KDMP Desa Mekarmukti dalam hal bisnisnya harus menghasilkan keuntungan,” ujar Dadang.

Selain menyoroti sektor budidaya, Dadang yang akrab disapa Kang DN juga mengkritisi kualitas pembangunan gerai KDMP di sejumlah lokasi. Ia menilai masih terdapat pembangunan yang tidak direncanakan secara matang.

“Berdasarkan kunjungan ke beberapa lokasi, saya menemukan beberapa gerai KDMP yang pembangunannya dinilai asal jadi. Bahkan ada yang dibangun di tengah hutan,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Dr. H. Dadang M. Naser, S.H., M.I.Pol., melakukan kunjungan kerja ke peternakan budidaya ikan tematik berbasis bioflok yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas

Menurutnya, program KDMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang membutuhkan perencanaan berbasis kajian ilmiah dan konsep yang jelas agar dapat berjalan berkelanjutan. Ia membandingkan dengan keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa lalu yang dirancang dengan sistematis.

“Dulu pada masa Orde Baru ada KUD di setiap kecamatan. Sekarang KDMP dibangun di setiap desa di seluruh Indonesia. Pembangunan seperti ini harus mengedepankan kajian ilmiah, seperti halnya pembangunan ritel modern, agar dapat berjalan dengan baik ke depan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang DN meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pembangunan gerai KDMP. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas agar program ini benar-benar mampu mendorong ekonomi kerakyatan dan mendukung swasembada pangan.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi kualitas pembangunan KDMP dengan mengedepankan konsep dan kajian ilmiah, demi menjaga keseimbangan harga dan kemajuan ekonomi ke depan,” tutupnya.

***HM62

Back to top button